"Menjadi Bahtera Sang Imanuel" Renungan: Minggu, 30 November 2025

  Berjaga-jagalah! Waspadalah! Hari Tuhan datang secara tak terduga. Hari Tuhan tidak dapat diprediksi oleh BMKG. 

  Dalam Bacaan Injil, Yesus mengingatkan murid-muridNya untuk selalu berjaga-jaga dengan tekun. Di zaman Nuh, banyak orang tidak hidup dalam kewaspadaan. Mereka suka hidup dalam keberdosaan. Mereka tidak berjalan seturut jalan Tuhan. Akibatnya, pada waktu Air Bah datang, mereka binasa karena tidak menyiapkan apa-apa. Sedangkan Nuh dan keluarganya selamat dari Air Bah karena berjalan seturut jalan Tuhan. Mereka berjaga-jaga dengan tekun sambil membuat bahtera. 

   Dalam konteks masa Adven, kita dajak bahkan dianjurkan untuk berjaga-jaga sambil membuat bahtera. Bahtera itu ialah diri kita sendiri. Kita adalah bahtera yang hidup. Kita adalah bahtera kediaman Allah. Karena itu, kita harus menjadi bahtera yang kuat, tidak rusak dan bocor. Kita harus menjadi bahtera yang layak menyambut kedatangan Sang Imanuel. Ia akan datang dan tinggal di antara kita. Itulah Adven yang dalam bahasa Latin disebut Adventus yakni "kedatangan".

   Kalau seandainya bahtera diri kita sudah terlanjur rusak dan bocor, maka masa Adven menjadi kesempatan untuk memperbaiki kerusakan dan kebocoran itu. Nubuat Nabi Yesaya dalam bancaan pertama mengajak kita untuk berjalan dalam terang Tuhan. Ia berkata: "Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan dalam terang Tuhan." Cahaya itu adalah tujuan hidup kita. Melalui cahaya itu, kita mampu melihat dengan jelas kerusakan dan kebocoran bahtera diri kita. Semakin jelas kita melihat maka semakin jelas pula kita memperbaikinya. 

Rasul Paulus dalam bacaan kedua mengajak kita untuk bangun dari tidur; bangun dari kegelapan. Kita diingatkan untuk tidak terus-menerus tidur dalam kerusakan dan kebocoran bahtera diri kita, tetapi segera bangun (Weak up! Weak up!) untuk memperbaikinya. Entah itu kebocoran karena kemabukan, pesta pora, percabulan, hawa nafsu, perselisihan maupun iri hati. Mari kita berjaga-jaga sambil membaharui diri. Kita perbaiki yang telah rusak dan bocor, dan selama masa Adven ini kita berusaha mempersiapkan bahtera diri kita untuk menyambut Sang Imanuel. 

Penulis: Fr. Rio Batlayeri 

No comments:

Post a Comment